Assalamu'alaikum wr.wb.
Siang ini, usai sudah sebuah prosesi pemilihan ketua OSIS SMP Internat Al Kausar dan ada beberapa catatan yang dapat kami angkat untuk diingat, sebagai bahan renungan bersama.
Terpilihnya pemimpin tidak selamanya terjadi secara spontan, dan boleh jadi, sebagian besar di antaranya sengaja direkayasa, diformat, dirancang agar yang terpilih dalam proses pemilihan adalah yang "diharapkan" oleh yang "meidak rintis" dalam kegiatan tersebut. Namun demikian tidak serta merta setiap "rekayasa" dan pengkondisian berjalan mulus dan lancar.
Dari banyak peristiwa dan kejadian yang telah dialami penulis, bahwa sesungguhnya ada skenario maha besar dari yang "serba maha". Dan di sinilah lagi - lagi Allah memberikan pelajaran dan hikmah dari kejadian dan peristiwa. Bahkan bila pembahasan diperluas, negara hebat sehebat Amerikapun tak berdaya dengan amukan badai Taifon yang mengancam wilayah tersebut. Artinya kepongahan dan kesombongan manusia melalui rekayasa teknologi dan ilmu pengetahuan yang telah ia kuasaipun tak sanggup menjawab misteri kebesaran Allah yang begitu dahsyat dengan dibuktikan melalui penciptaan tenaga alam yang tak bakal tertandingi sampai kapanpun. Karenanya hidup ini yang sedemikian singkat tak berlebihan kiranya jika segala sesuatunya perlu direncanakan, dikelola dengan sebaik - baiknya, dan dievaluasi untuk mendapatkan hasil yang senantiasa menuju kearah yang lebih baik.
Kepemimpinan merupakan sebentuk fondasi dalam kehidupan bermasyarakat, walau sekecil lingkup boarding school sekalipun. Setidaknya ada beberapa hal yang perlu dicatat bagi setiap kita sebagai bekal awal untuk melangkah dalam belajar berorganisasi dan belajar kehidupan.
SIAPAPUN yang cepat, tepat maka DIALAH yang berhak "dapat", siapapun yang lebih siap, maka tak akan ada keraguan dalam kinerjanya dan ia makin mantap. Siapapun yang cerdas maka tak semestinya ia merasa tertekan dan cemas. Siapapun yang aktif andil dan berani tampil maka ia akan makin terampil dan pada gilirannya akan berhasil. Siapapun yang culas dan malas tak heran jika akan tergilas dan kandas. Siapapun yang rela berkorban maka layak baginya mendapat penghargaan, sanjungan dan pujian. Siapapun yang rajin maka pantaslah jika ia akan diamanahi tugas sebagai pemimpin. Dan keikhlasan akan berbuah kesuksesan dalam arti yang sebenarnya. Terimalah apapun sebagai amanah yang mesti dijaga, karena bisa jadi "yang kita benci" di dalamnya mengandung rahmatNya, dan "yang kita sukai" ternyata di dalamnya mengundang kemurkaanNya.Walahu alam bi showab.Wasalamu'alaikum wr.wb.
Siang ini, usai sudah sebuah prosesi pemilihan ketua OSIS SMP Internat Al Kausar dan ada beberapa catatan yang dapat kami angkat untuk diingat, sebagai bahan renungan bersama.
Terpilihnya pemimpin tidak selamanya terjadi secara spontan, dan boleh jadi, sebagian besar di antaranya sengaja direkayasa, diformat, dirancang agar yang terpilih dalam proses pemilihan adalah yang "diharapkan" oleh yang "meidak rintis" dalam kegiatan tersebut. Namun demikian tidak serta merta setiap "rekayasa" dan pengkondisian berjalan mulus dan lancar.
Dari banyak peristiwa dan kejadian yang telah dialami penulis, bahwa sesungguhnya ada skenario maha besar dari yang "serba maha". Dan di sinilah lagi - lagi Allah memberikan pelajaran dan hikmah dari kejadian dan peristiwa. Bahkan bila pembahasan diperluas, negara hebat sehebat Amerikapun tak berdaya dengan amukan badai Taifon yang mengancam wilayah tersebut. Artinya kepongahan dan kesombongan manusia melalui rekayasa teknologi dan ilmu pengetahuan yang telah ia kuasaipun tak sanggup menjawab misteri kebesaran Allah yang begitu dahsyat dengan dibuktikan melalui penciptaan tenaga alam yang tak bakal tertandingi sampai kapanpun. Karenanya hidup ini yang sedemikian singkat tak berlebihan kiranya jika segala sesuatunya perlu direncanakan, dikelola dengan sebaik - baiknya, dan dievaluasi untuk mendapatkan hasil yang senantiasa menuju kearah yang lebih baik.
Kepemimpinan merupakan sebentuk fondasi dalam kehidupan bermasyarakat, walau sekecil lingkup boarding school sekalipun. Setidaknya ada beberapa hal yang perlu dicatat bagi setiap kita sebagai bekal awal untuk melangkah dalam belajar berorganisasi dan belajar kehidupan.
SIAPAPUN yang cepat, tepat maka DIALAH yang berhak "dapat", siapapun yang lebih siap, maka tak akan ada keraguan dalam kinerjanya dan ia makin mantap. Siapapun yang cerdas maka tak semestinya ia merasa tertekan dan cemas. Siapapun yang aktif andil dan berani tampil maka ia akan makin terampil dan pada gilirannya akan berhasil. Siapapun yang culas dan malas tak heran jika akan tergilas dan kandas. Siapapun yang rela berkorban maka layak baginya mendapat penghargaan, sanjungan dan pujian. Siapapun yang rajin maka pantaslah jika ia akan diamanahi tugas sebagai pemimpin. Dan keikhlasan akan berbuah kesuksesan dalam arti yang sebenarnya. Terimalah apapun sebagai amanah yang mesti dijaga, karena bisa jadi "yang kita benci" di dalamnya mengandung rahmatNya, dan "yang kita sukai" ternyata di dalamnya mengundang kemurkaanNya.Walahu alam bi showab.Wasalamu'alaikum wr.wb.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar