Sahabat Pejuang,
Bila Anda tengah bertanya - tanya, bila anda sedang mencari jawaban atas berbagai pertanyaan dalam komtemplasi (perenungan) yang Anda lakukan, bila anda berharap ingin tahu darimanakah sukses itu berawal? Darimanakah keberhasilan itu dimulai? Darimanakah pencapaian prestasi mesti ditempuh?
MAKA Jawaban itu sudah amat dekat dengan diri anda. Saat anda mempertanyakan hal itu maka di saat itulah anda tengah berada di depan pintu yang mesti dibuka agar langkah pertama anda benar - benar langkah menuju goal yang anda cita-citakan.
Apapun mimpi, harapan dan cita - cita anda, selalu berawal dari "pemikiran" anda secara sadar tentang "indahnya", "nikmatnya", "prestisenya" obsesi dalam pikiran anda. Terciptanya pesawat terbang tentu berawal dari "keyakinan" bahwa "ada sesuatu yang BISA dibuat untuk bisa terbang. Terdakinya puncak gunung Mount Everest tentu berawal dari "keyakinan" yang kuat bahwa betapa indah bila BISA berada di atas sana sambil melihat pemandangan alamnya, bahkan terciptanya AC pendingin ruangan sekalipun pasti berawal dari "keyakinan" betapa nikmatnya berada di dalam ruang yang sejuk.
JADI, tidak berlebihan kiranya jika kita hendaknya mengawali langkah pencapaian segala macam HARAPAN,IMPIAN,&KESUKSESAN itu dengan "KEYAKINAN" yang kuat dalam diri kita bahwa "HARAPAN,IMPIAN,&KESUKSESAN " itu ada di depan sana.
KEYAKINAN yang terhujam dalam diri sanubari ini harus sedemikian kuat hingga tak ada sesuatupun yang membuatnya goyah.
Dan pada tahapan berikutnya...Pulau yang amat sangat indah di seberang lautan TAK AKAN PERNAH datang menghampiri kita. Gelombang air laut pun tak akan pernah menyeberangkan kita manakala kita hanya terpaku memandanginya sambil mengagumi indahnya pulau di seberang.
MENYIAPKAN KAPAL, MEMBUAT PAPAN SELANCAR, MEMBUAT RAKIT, DAYUNG DAN SAMPAN sekalipun adalah langkah nyata selanjutnya yang mesti ditempuh. Tahapan ini mesti dilewati apapun kendala dan tantangannya. Tahapan ini adalah tahapan dimana kita menyiapkan segala macam alat, teknik, perlengkapan dan persiapan untuk mengarungi ribuan mil jarak yang mesti ditempuh dengan berada di tengah gempuran ombak samudera nan luas. Kompas, dan rasi bintang adalah alat bantu penunjuk arah manakala gelap di malam hari dan mendung di siang hari yang harus kita siapkan. Perbekalan dan perlengkapan, serta ketrampilan navigasi perlu dikuasai untuk bisa berlayar dengan lancar. Meski sedemikian lengkap sarana dan prasarana yang kita miliki, adalah tidak bijak jika kita tidak hati - hati selama berlayar.
Gempuran ombak di tengah samudera dan kencangnya angin badai adalah dua hal yang tidak dengan mudah dapat kita antisipasi dengan pasti.Diperlukan DAYA TAHAN dan DAYA JUANG untuk dapat mengarungi luasnya samudera dengan hantaman badai dan ombak yang silih berganti menghadang langkah kita menuju pulau impian.
Untuk itu perlu PERSIAPAN yang matang dan KESIAPAN MENTAL untuk berjuang.Jadilah itu semua sebagai DO'A dan IKHTIAR kita. Dan di saat badai dan ombak menghantam sampan yang tengah kita kemudikan, maka daya tahan , daya juang, dan keuletan kita benar - benar akan teruji. Akankah kita bernyali untuk tetap ISTIQOMAH melanjutkan langkah ataukah menyerah dan pulang dengan kekecewaan karena motivasi yang rendah dan bahkan kalah. KESABARAN, itulah yang mesti dijadikan pedoman. KETABAHAN dalam duka dan derita itu akan merupakan bentuk daya tahan kita melewati berbagai bentuk ujian. Dan jika kita berhasil mengendalikan diri, mengendalikan nafsu, memecah derasnya hantaman gelombang, menghalau gempuran badai dan topan, mensiasati dengan cerdik setiap hambatan yang datang bertubi -tubi menghempas langkah menuju pulau idaman maka KITA AKAN BISA sampai ke titik tujuan, di pulau seberang, dan keluar sebagai PEMENANG. Tahapan demi tahapan itu mesti dilalui untuk bisa sampai ke pulau idaman. Di saat itulah Rasa SYUKUR semestinya terucap dari lubuk hati yang paling dalam oleh karena APAPUN yang terjadi, BETAPAPUN berat ujian harus di lewati, namun akhirnya dengan kompas, rasi bintang yang merupakan simbol "PETUNJUK" dari Nya,pulau idaman Berhasil dicapai, berhasil disinggahi.
SIAPKAH Anda untuk BERKEYAKINAN KUAT, MENATA LANGKAH, MENITI TAHAPAN DEMI TAHAPAN,BERUPAYA MENCARI ALTERNATIF SOLUSI di setiap UJIAN & HAMABATAN,MEMILIKI NYALI dan MOTIVASI untuk tetap TABAH dan SABAR hingga tercapai PRESTASI dan cukup rendah hatikah kita untuk MENSYUKURI apapun yang ALLAH hidangkan dan Allah hadiahkan di Pulau Idaman. Walahu Alam bi showab.
Bila Anda tengah bertanya - tanya, bila anda sedang mencari jawaban atas berbagai pertanyaan dalam komtemplasi (perenungan) yang Anda lakukan, bila anda berharap ingin tahu darimanakah sukses itu berawal? Darimanakah keberhasilan itu dimulai? Darimanakah pencapaian prestasi mesti ditempuh?
MAKA Jawaban itu sudah amat dekat dengan diri anda. Saat anda mempertanyakan hal itu maka di saat itulah anda tengah berada di depan pintu yang mesti dibuka agar langkah pertama anda benar - benar langkah menuju goal yang anda cita-citakan.
Apapun mimpi, harapan dan cita - cita anda, selalu berawal dari "pemikiran" anda secara sadar tentang "indahnya", "nikmatnya", "prestisenya" obsesi dalam pikiran anda. Terciptanya pesawat terbang tentu berawal dari "keyakinan" bahwa "ada sesuatu yang BISA dibuat untuk bisa terbang. Terdakinya puncak gunung Mount Everest tentu berawal dari "keyakinan" yang kuat bahwa betapa indah bila BISA berada di atas sana sambil melihat pemandangan alamnya, bahkan terciptanya AC pendingin ruangan sekalipun pasti berawal dari "keyakinan" betapa nikmatnya berada di dalam ruang yang sejuk.
JADI, tidak berlebihan kiranya jika kita hendaknya mengawali langkah pencapaian segala macam HARAPAN,IMPIAN,&KESUKSESAN itu dengan "KEYAKINAN" yang kuat dalam diri kita bahwa "HARAPAN,IMPIAN,&KESUKSESAN " itu ada di depan sana.
KEYAKINAN yang terhujam dalam diri sanubari ini harus sedemikian kuat hingga tak ada sesuatupun yang membuatnya goyah.
Dan pada tahapan berikutnya...Pulau yang amat sangat indah di seberang lautan TAK AKAN PERNAH datang menghampiri kita. Gelombang air laut pun tak akan pernah menyeberangkan kita manakala kita hanya terpaku memandanginya sambil mengagumi indahnya pulau di seberang.
MENYIAPKAN KAPAL, MEMBUAT PAPAN SELANCAR, MEMBUAT RAKIT, DAYUNG DAN SAMPAN sekalipun adalah langkah nyata selanjutnya yang mesti ditempuh. Tahapan ini mesti dilewati apapun kendala dan tantangannya. Tahapan ini adalah tahapan dimana kita menyiapkan segala macam alat, teknik, perlengkapan dan persiapan untuk mengarungi ribuan mil jarak yang mesti ditempuh dengan berada di tengah gempuran ombak samudera nan luas. Kompas, dan rasi bintang adalah alat bantu penunjuk arah manakala gelap di malam hari dan mendung di siang hari yang harus kita siapkan. Perbekalan dan perlengkapan, serta ketrampilan navigasi perlu dikuasai untuk bisa berlayar dengan lancar. Meski sedemikian lengkap sarana dan prasarana yang kita miliki, adalah tidak bijak jika kita tidak hati - hati selama berlayar.
Gempuran ombak di tengah samudera dan kencangnya angin badai adalah dua hal yang tidak dengan mudah dapat kita antisipasi dengan pasti.Diperlukan DAYA TAHAN dan DAYA JUANG untuk dapat mengarungi luasnya samudera dengan hantaman badai dan ombak yang silih berganti menghadang langkah kita menuju pulau impian.
Untuk itu perlu PERSIAPAN yang matang dan KESIAPAN MENTAL untuk berjuang.Jadilah itu semua sebagai DO'A dan IKHTIAR kita. Dan di saat badai dan ombak menghantam sampan yang tengah kita kemudikan, maka daya tahan , daya juang, dan keuletan kita benar - benar akan teruji. Akankah kita bernyali untuk tetap ISTIQOMAH melanjutkan langkah ataukah menyerah dan pulang dengan kekecewaan karena motivasi yang rendah dan bahkan kalah. KESABARAN, itulah yang mesti dijadikan pedoman. KETABAHAN dalam duka dan derita itu akan merupakan bentuk daya tahan kita melewati berbagai bentuk ujian. Dan jika kita berhasil mengendalikan diri, mengendalikan nafsu, memecah derasnya hantaman gelombang, menghalau gempuran badai dan topan, mensiasati dengan cerdik setiap hambatan yang datang bertubi -tubi menghempas langkah menuju pulau idaman maka KITA AKAN BISA sampai ke titik tujuan, di pulau seberang, dan keluar sebagai PEMENANG. Tahapan demi tahapan itu mesti dilalui untuk bisa sampai ke pulau idaman. Di saat itulah Rasa SYUKUR semestinya terucap dari lubuk hati yang paling dalam oleh karena APAPUN yang terjadi, BETAPAPUN berat ujian harus di lewati, namun akhirnya dengan kompas, rasi bintang yang merupakan simbol "PETUNJUK" dari Nya,pulau idaman Berhasil dicapai, berhasil disinggahi.
SIAPKAH Anda untuk BERKEYAKINAN KUAT, MENATA LANGKAH, MENITI TAHAPAN DEMI TAHAPAN,BERUPAYA MENCARI ALTERNATIF SOLUSI di setiap UJIAN & HAMABATAN,MEMILIKI NYALI dan MOTIVASI untuk tetap TABAH dan SABAR hingga tercapai PRESTASI dan cukup rendah hatikah kita untuk MENSYUKURI apapun yang ALLAH hidangkan dan Allah hadiahkan di Pulau Idaman. Walahu Alam bi showab.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar