Senin, 20 Oktober 2008

Pemimpin masa depan

Assalamu'alaikum wr.wb.
Siang ini, usai sudah sebuah prosesi pemilihan ketua OSIS SMP Internat Al Kausar dan ada beberapa catatan yang dapat kami angkat untuk diingat, sebagai bahan renungan bersama.
Terpilihnya pemimpin tidak selamanya terjadi secara spontan, dan boleh jadi, sebagian besar di antaranya sengaja direkayasa, diformat, dirancang agar yang terpilih dalam proses pemilihan adalah yang "diharapkan" oleh yang "meidak rintis" dalam kegiatan tersebut. Namun demikian tidak serta merta setiap "rekayasa" dan pengkondisian berjalan mulus dan lancar.
Dari banyak peristiwa dan kejadian yang telah dialami penulis, bahwa sesungguhnya ada skenario maha besar dari yang "serba maha". Dan di sinilah lagi - lagi Allah memberikan pelajaran dan hikmah dari kejadian dan peristiwa. Bahkan bila pembahasan diperluas, negara hebat sehebat Amerikapun tak berdaya dengan amukan badai Taifon yang mengancam wilayah tersebut. Artinya kepongahan dan kesombongan manusia melalui rekayasa teknologi dan ilmu pengetahuan yang telah ia kuasaipun tak sanggup menjawab misteri kebesaran Allah yang begitu dahsyat dengan dibuktikan melalui penciptaan tenaga alam yang tak bakal tertandingi sampai kapanpun. Karenanya hidup ini yang sedemikian singkat tak berlebihan kiranya jika segala sesuatunya perlu direncanakan, dikelola dengan sebaik - baiknya, dan dievaluasi untuk mendapatkan hasil yang senantiasa menuju kearah yang lebih baik.
Kepemimpinan merupakan sebentuk fondasi dalam kehidupan bermasyarakat, walau sekecil lingkup boarding school sekalipun. Setidaknya ada beberapa hal yang perlu dicatat bagi setiap kita sebagai bekal awal untuk melangkah dalam belajar berorganisasi dan belajar kehidupan.
SIAPAPUN yang cepat, tepat maka DIALAH yang berhak "dapat", siapapun yang lebih siap, maka tak akan ada keraguan dalam kinerjanya dan ia makin mantap. Siapapun yang cerdas maka tak semestinya ia merasa tertekan dan cemas. Siapapun yang aktif andil dan berani tampil maka ia akan makin terampil dan pada gilirannya akan berhasil. Siapapun yang culas dan malas tak heran jika akan tergilas dan kandas. Siapapun yang rela berkorban maka layak baginya mendapat penghargaan, sanjungan dan pujian. Siapapun yang rajin maka pantaslah jika ia akan diamanahi tugas sebagai pemimpin. Dan keikhlasan akan berbuah kesuksesan dalam arti yang sebenarnya. Terimalah apapun sebagai amanah yang mesti dijaga, karena bisa jadi "yang kita benci" di dalamnya mengandung rahmatNya, dan "yang kita sukai" ternyata di dalamnya mengundang kemurkaanNya.Walahu alam bi showab.Wasalamu'alaikum wr.wb.

Kamis, 09 Oktober 2008

PESAN DARI ALAM

Betapa kita sering kita daki gunung yang dari kejauhan tampak indah, dan ternyata kesejukannya mampu meluruhkan ketegangan urat syaraf yang terasa kian penat di hari - hari kesibukan kita. Ada banyak hal yang sempat saya catat dan akan selalu saya ingat dari perjalanan mendaki gunung.
Sebuah perjalanan yang bila dirasakan tapak demi tapak akan jelas meninggalkan jejak dan beraneka makna dalam benak kita. Perjalanan itu sungguh amat sangat melelahkan bila kita tak berangkat dari hasrat untuk mengetahui keindahan yang belum pernah kita rasakan manakala berada di puncak gunung yang kita tuju. Sebuah keindahan yang hanya dapat kita rasakan manakala kita telah mengalaminya. Dan tak ada pilihan kecuali hanya dengan mendakinya setapak demi setapak hingga sampai puncak tertinggi yang mampu kita daki.
Onak dan duri, batu dan bahkan jalan buntu adalah sesuatu yang pasti akan kita temui selama kita mendaki. Lapar, dahaga, dan lelah seolah berpacu dengan harapan yang ingin segera dapat menikmati indahnya alam saat kita tiba di puncak sana.
Di saat - saat seperti itu hati ini mulai bersaksi bahwa betapa menuju puncak, menggapai cita-cita sebuah obsesi diperlukan pengorbanan, perjuangan dan ketangguhan jiwa dan raga kita. Nyali dan semangat adalah bekal utama yang tak boleh ketinggalan. Dan Subhanallah ..saat puncak itu telah terdaki, dan kita masih sanggup berdiri, betapa luas alam ini telah dicipta oleh Illahi Rabbi. Di saat itu betapa kecil diri ini kian terasa. Betapa keagunganNya telah menyadarkan kami bahwa Allah itu pastilah indah, karena apapun yang diciptakanNya memang sungguh indah.
Rasa takjub dan haru itu terkadang beradu dengan rasa bangga dan ujub dalam diri yang kian menyelinap hingga terkadang takabur lambat laun menjebak pencapaian kami. Betapa di tempat yang paling tinggi kita merasa sedmikian tinggi dan yang lain ada di bawah kita. Di sinilah awal segala sesuatunya berubah dan bahkan meninggalkan kita sendiri dalam kesunyian, dan kesombongan.
Air minum yang tertumpahpun mengalir menjauhi tempat kaki berpijak. Kesejukan itu meninggalkan kesombongan kami yang dengan angkuh berdiri di tempat yang kami kira paling tinggi.
Itukah yang selama ini kami cari. Pencapaian titik tertinggi yang membuat kami bangga, takabur dan terlena dengan apa yang kami namakan sebagai prestasi?
Sudahlah..di saat senja mulai memanggil di ufuk barat, segalanya terasa kian luruh dan langkah kembali segera berayun dengan gambar, catatan dan kenangan yang entah kapan lagi dapat terulang kembali.
Di perjalanan pulang kembali, kaki ini menjadi saksi betapa hidup ini kurasakan seperti perjalanan mendaki puncak gunung yang sepi. Semakin tinggi puncak ku daki, semakin kutinggalkan keramaian kehidupan dan keramahan pergaulan. Bahkan air yang jernih pun tak sudi menemani tubuh yang tegap berdiri di puncak yang tertinggi. Betapa air mengalir menuju sungai, danau dan laut...tempat yang jauh lebih rendah, sebagai gambaran perginya kesejukan dari keangkuhan dan kesombongan menuju kerendahan hati.
Maafkan kami, bila suara hati ini tak begitu jelas atau bahkan terkesan menggurui. Maafkan keterbatasan penguasaan bahasa kami. Semoga apa yang kami maksud layaknya gayung bersambut, semoga apapun yang kami upayakan, akan dapat menyisakan kesan renungan penyadaran. Walahualam.

TAUSIYAH DI MALAM JUM"AH

Assalamu'alaikum Wr.Wb,
Sebagian naskah yang kami gubah....


Betapa sering kita dengarkan ceramah
Betapa kering jiwa ini tanpa nasihat dan petuah
Betapa pening kepala kita saat resah dan marah - marah
Betapa bening hati ini bila pandai mengambil hikmah

Ribuan kata mungkin telah terucap
Rentetan kisah mungkin telah terungkap
Namun bila kita tidak siap
Apalagi kita dengerin sambil menguap
Dan bahkan ada yang tidur lelap
Maka hidup kita yang mestinya makin mantap
Justru uring-uringan dan bahkan makin kalap
Semua berawal dari sikap
Menganggap remeh sambil berucap..Tahu ah gelap

Dengan ini kita mengaji, kita mengkaji
Melalui blog ini kita telaah, kita bedah ,
kita renungkan petuah, kita ambil hikmah
ada sercercah harapan di saat kita melangkah
untuk mulai berbenah.

Itu semua hanyalah permainan kata
Yg bisa jadi tidak begitu bermakna adanya
Itu semua hanyalah untaian kalimat
Yg sempat kita ingat dan catat
Mudah-mudahan ada manfaat
Agar hidup kita bahagia dan selamat
Di tengah perkembangan yg kian cepat
Dg aneka godaan yg kian memikat
Bisa jadi kita tergiur dan hidup kan sesat
Apalagi kita tak mau hidup bersahaja, sederhana dan hemat,
Bisa jadi …kita tak akan berhasil menjadi orang terhormat
Namun menjadi penjahat, penjilat, karna terpikat rayuan makhluk sesat dan terlaknat
Nau’dzubillah

DAN KETAHUILAH…
SESUNGGUHNYA KEHIDUPAN DI DUNIA INI
HANYALAH PERMAINAN DAN SESUATU YG MELALAIKAN, PERHIASAN DAN BERMEGAH-MEGAHAN/GEDE-GEDEAN,
DI ANTARA KALIAN BERBANGGA-BANGGAAN
TENTANG BANYAKNYA HARTA KEKAYAAN
DAN ANAK KETURUNAN
SEPERTI HUJAN YG MENYUBURKAN TANAMAN, MENGAGUMKAN BAGI PETANI,
LALU TANAMAN ITU KERING,
DAN KALIAN LIHAT WARNANYA MENGUNING,
LALU HANCUR BERKEPING2.
Demikian petunjuk Allah, namun kita juga diingatkan
DAN DI AKHERAT NANTI ADA AZAB YG KERAS ,
ADA PULA AMPUNAN DARI ALLAH SERTA KERIDOANNYA.
Akhirnya Allah menyimpulkan dlm akhir ayat tersebut
DAN KEHIDUPAN DI DUNIA INI TIDAK LAIN HANYALAH KESENANGAN YG MENIPU. (AL HADID 20).

Disini kami menulis, bukan bermaksud untuk menggurui
Disini kami menyampaikan, bukan bermaksud untuk meremehkan apalagi untuk merendahkan

Marilah Ayat – ayat yg telah selama ini kita baca,
Nasihat – nasihat yg tengah kita cerna
Mulai kita amalkan..karena seberapapun banyaknya petunjuk yang kita tahu, sehebat apapun riwayat yg kita pahami, Semuanya mensyaratkan dan mengisyaratkan kita utk “ TAKE ACTION RIGHT NOW, DON’T WAIT UNTIL TOMMORROW!!!”
Karena Allah telah mengingatkan kita bahwa…
ALLAH TAK AKAN MERUBAH NASIB SUATU KAUM
HINGGA KAUM ITU MERUBAH KEADAANNYA SENDIRI, MENGUBAH PERILAKU, POLA PIKIR DAN POLA TINDAKANNYA.
Bahkan dengan lebih tegas Allah menandaskan …
JIKA HARI INI SAMA DENGAN HARI KEMARIN MANUSIA DALAM KERUGIAN, JIKA HARI INI LEBIH BURUK DARI HARI KEMARIN MANUSIA TENGAH CELAKA …KARENA ITU HARI INI MESTI DAN HARUS LEBIH BAIK DARI HARI KEMARIN.
Wallahu alam bi showab.

DARI MANA SUKSES BERAWAL ( 2)

Sahabat Pejuang,
Bila Anda tengah bertanya - tanya, bila anda sedang mencari jawaban atas berbagai pertanyaan dalam komtemplasi (perenungan) yang Anda lakukan, bila anda berharap ingin tahu darimanakah sukses itu berawal? Darimanakah keberhasilan itu dimulai? Darimanakah pencapaian prestasi mesti ditempuh?
MAKA Jawaban itu sudah amat dekat dengan diri anda. Saat anda mempertanyakan hal itu maka di saat itulah anda tengah berada di depan pintu yang mesti dibuka agar langkah pertama anda benar - benar langkah menuju goal yang anda cita-citakan.
Apapun mimpi, harapan dan cita - cita anda, selalu berawal dari "pemikiran" anda secara sadar tentang "indahnya", "nikmatnya", "prestisenya" obsesi dalam pikiran anda. Terciptanya pesawat terbang tentu berawal dari "keyakinan" bahwa "ada sesuatu yang BISA dibuat untuk bisa terbang. Terdakinya puncak gunung Mount Everest tentu berawal dari "keyakinan" yang kuat bahwa betapa indah bila BISA berada di atas sana sambil melihat pemandangan alamnya, bahkan terciptanya AC pendingin ruangan sekalipun pasti berawal dari "keyakinan" betapa nikmatnya berada di dalam ruang yang sejuk.
JADI, tidak berlebihan kiranya jika kita hendaknya mengawali langkah pencapaian segala macam HARAPAN,IMPIAN,&KESUKSESAN itu dengan "KEYAKINAN" yang kuat dalam diri kita bahwa "HARAPAN,IMPIAN,&KESUKSESAN " itu ada di depan sana.
KEYAKINAN yang terhujam dalam diri sanubari ini harus sedemikian kuat hingga tak ada sesuatupun yang membuatnya goyah.
Dan pada tahapan berikutnya...Pulau yang amat sangat indah di seberang lautan TAK AKAN PERNAH datang menghampiri kita. Gelombang air laut pun tak akan pernah menyeberangkan kita manakala kita hanya terpaku memandanginya sambil mengagumi indahnya pulau di seberang.
MENYIAPKAN KAPAL, MEMBUAT PAPAN SELANCAR, MEMBUAT RAKIT, DAYUNG DAN SAMPAN sekalipun adalah langkah nyata selanjutnya yang mesti ditempuh. Tahapan ini mesti dilewati apapun kendala dan tantangannya. Tahapan ini adalah tahapan dimana kita menyiapkan segala macam alat, teknik, perlengkapan dan persiapan untuk mengarungi ribuan mil jarak yang mesti ditempuh dengan berada di tengah gempuran ombak samudera nan luas. Kompas, dan rasi bintang adalah alat bantu penunjuk arah manakala gelap di malam hari dan mendung di siang hari yang harus kita siapkan. Perbekalan dan perlengkapan, serta ketrampilan navigasi perlu dikuasai untuk bisa berlayar dengan lancar. Meski sedemikian lengkap sarana dan prasarana yang kita miliki, adalah tidak bijak jika kita tidak hati - hati selama berlayar.
Gempuran ombak di tengah samudera dan kencangnya angin badai adalah dua hal yang tidak dengan mudah dapat kita antisipasi dengan pasti.Diperlukan DAYA TAHAN dan DAYA JUANG untuk dapat mengarungi luasnya samudera dengan hantaman badai dan ombak yang silih berganti menghadang langkah kita menuju pulau impian.
Untuk itu perlu PERSIAPAN yang matang dan KESIAPAN MENTAL untuk berjuang.Jadilah itu semua sebagai DO'A dan IKHTIAR kita. Dan di saat badai dan ombak menghantam sampan yang tengah kita kemudikan, maka daya tahan , daya juang, dan keuletan kita benar - benar akan teruji. Akankah kita bernyali untuk tetap ISTIQOMAH melanjutkan langkah ataukah menyerah dan pulang dengan kekecewaan karena motivasi yang rendah dan bahkan kalah. KESABARAN, itulah yang mesti dijadikan pedoman. KETABAHAN dalam duka dan derita itu akan merupakan bentuk daya tahan kita melewati berbagai bentuk ujian. Dan jika kita berhasil mengendalikan diri, mengendalikan nafsu, memecah derasnya hantaman gelombang, menghalau gempuran badai dan topan, mensiasati dengan cerdik setiap hambatan yang datang bertubi -tubi menghempas langkah menuju pulau idaman maka KITA AKAN BISA sampai ke titik tujuan, di pulau seberang, dan keluar sebagai PEMENANG. Tahapan demi tahapan itu mesti dilalui untuk bisa sampai ke pulau idaman. Di saat itulah Rasa SYUKUR semestinya terucap dari lubuk hati yang paling dalam oleh karena APAPUN yang terjadi, BETAPAPUN berat ujian harus di lewati, namun akhirnya dengan kompas, rasi bintang yang merupakan simbol "PETUNJUK" dari Nya,pulau idaman Berhasil dicapai, berhasil disinggahi.
SIAPKAH Anda untuk BERKEYAKINAN KUAT, MENATA LANGKAH, MENITI TAHAPAN DEMI TAHAPAN,BERUPAYA MENCARI ALTERNATIF SOLUSI di setiap UJIAN & HAMABATAN,MEMILIKI NYALI dan MOTIVASI untuk tetap TABAH dan SABAR hingga tercapai PRESTASI dan cukup rendah hatikah kita untuk MENSYUKURI apapun yang ALLAH hidangkan dan Allah hadiahkan di Pulau Idaman. Walahu Alam bi showab.

DARI MANA SUKSES BERAWAL (1)

Assalamu'alaikum
Saya BERHARAP Tips berikut bermanfaat untuk Anda :
P A N C A
(Ada diblog Geomotivasi.blogspot.com, namun trouble accountnya,oleh penulis yg sama)
  • PAHAMI : Untuk bisa sukses anda harus benar - benar memahami diri anda, potensi anda termasuk kelemahan anda. Apakah anda benar - benar memiliki kemauan yang kuat untuk berbuat suatu hal? Apakah anda benar - benar memiliki kemampuan yang memadai untuk mewujudkan keinginan anda? Itu adalah hal yang mesti anda pastikan jawabannya. Apakah keinginan tersebut berasal dari lubuk hati yang paling dalam dan anda adalah orang pertama yang mencetuskan ide atau gagasan tersebut? Ataukah anda seorang peniru ide yang sudah ada, the follower? Ataukah anda termasuk pembaharu ide yang sudah ada sebelumnya? Pertanyaan - pertanyaan itu mesti segera anda temu dan tuntaskan jawabannya agar ada kejelasan siapa diri anda, dan apa mau anda.
  • ANDALAN : adakah sesuatu ketrampilan/ cara analisa/ metode tertentu yang anda andalkan untuk mencapai kemauan anda? Ataukah anda sebagai orang yang ikut - ikutan mengembangkan produk yang telah ada? "Apa bekal yang anda andalkan?" adalah hal mendasar yang turut mempermudah pencapaian goal anda.
  • NILAI TAMBAH : keunikan apa yang anda miliki? kekhasan apa yag tidak dimiliki oleh pihak lain khususnya mengenai diri, dan produk anda ? Aspek ini akan memperkuat andalan anda dan merupakan daya tarik bagi calon pelanggan anda, bahkan termasuk prasyarat utama untuk mencari minat, dan popularitas serta intensitas kebutuhan akan produk yang anda tawarkan.
  • CIPTAKAN PELUANG & CERMATI : Untuk bisa memasukkan bola ke gawang lawan anda harus membangun serangan, dan melakukan tendangan ke arah gawang lawan secara berulang - ulang. Semakin tinggi frekuensi yang anda ciptakan semakin besar peluang untuk mendapatkan gol yang anda impikan.Cermati setiap tembakan anda ke arah gawang, adakah efektif dan terukur sehingga dapat diulang kembali bila tembakan itu ternyata anda rasa ampuh untuk menjebol gawang lawan. Apakah anda dapat menjebol gawang lawan dengan aneka variasi yang anda ciptakan, misal sudut datang bola , arah tembakan, kekuatan tembakan dan bahkan bagaimana gol dihasilkan apakah oleh heading, tendangan keras ataukah hanya tembakan tipuan.Dengan kaki kiri atau kaki kanan? Ilustrasi membuat gol ini hanya untuk mengantarkan anda pada pemahaman secara analogi. Perlu anda terjemahkan ke dalam concern bisnis, cita - cita dan obsesi anda.
  • ATASI SETIAP KENDALA : Dalam berkarir, dalam berbisnis, akan selalu ada hambatan, tantangan, rintangan dan bahkan ancaman. Upayakan solusi yang terbaik manakala dalam perjalanan meraih sukses ternyata terhadang oleh berbagai macam kendala. Atasi setiap kendala yang ada satu persatu, setahap demi setahap dan bila ketrampilan problem solving anda sudah memiliki tingkat ketajaman dan akurasi tinggi maka perlu anda tempuh penyelesaian masalah dengan secara lebih cepat dan tepat sasaran. Bila perlu pada gilirannya anda dapat pula menempuh upaya yang dilakukan secara simultan dan spontan manakala kita memiliki stamina dan motivasi yang tinggi guna percepatan pencapaian goal yang telah dicanangkan.
Selamat Mencoba, semoga Sukses. Wasalam

TIGA DIMENSI KESABARAN

Dari buku kecil (AN Ubaedy,2008) yang kubaca selama mudik lebaran , ada 3 makna "sabar" yang perlu saya ingat :
1. SABAR atas musibah (to fight). Berjuang mencari solusi agar cepat bangkit dari musibah yang menghimpit.
2. SABAR dalam menjalankan perintah (to actualize). Berjuang meraih visi dan menjalankan misi dengan menghalau segala halang dan rintangan guna aktualisasi diri.
3. SABAR atas maksiat (to defend). Berjuang menjauhi dan menghindari dari segala maksiat di lingkungannya.
Ketiga dimensi makna kesabaran diatas bermakna aktif proaktif, dan bahkan bermuara pada "kemenangan", keberhasilan, sedangkan makna sabar yang selama ini "cenderung" dipahami dengan salah kaprah adalah dimensi makna sabar yang identik dengan "pasrah" yang pasif dan muaranya "kekalahan", kegagalan.
Mudah - mudahan kesabaran yang kita pahami, kesabaran yang kita pelajari selama ini, dan kesabaran yang kita asah di bulan romadhon 1429H kemarin, adalah kesabaran yang ada dalam rangkuman di atas, sebagaimana yang ditulis AN Ubaedy 2008. Pengin lebih dalam ilmunya, silakan baca bukunya "Ubah Sikap Raih Kesuksesan".